Tinta Rakyat – HARI pun mengalir bersama waktu. Jadwal kampanye door to door pun usai. Menjelang hari penusukkan, Panitia Pilwana dan Pilkada menyediakan minggu tenangnya lima hari. Walau demikian, di , Baca Lebih Lanjut
Artikel
KABA : Tele-nya Nagari Kami (21)
Tinta Rakyat – “Itu Bujang Salamaik datang!” tukas Ajo Jadi yang kali ini bukan sedang tidur-tidur ayam, dengan tangan kanan menunjuk ke jalan negara. Orang-orang yang duduk di palanta Warung , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (20)
Tinta Rakyat – MALAM itu setelah Isya, Warung Kopi Aciak Kijun telah ramai dikunjungi pelangannya. Di antaranya Ajo Fuddin, Yuang Kubu, Ajo Karanggo, dan Ajo Jadi. Ajo Fuddin, Yuang Kubu , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (19)
Tinta Rakyat – MALAM itu setelah waktu Isya – sehari sebelum pemerintah kabupaten melaksanakan ujian tertulis dan wawancara – Bujang Salamaik ke Warung Kopi Aciak Kijun. Kedatangannya telah ditunggu pendukungnya. , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (18)
Tinta Rakyat – “Kita lanjutkan presentasi dengan nomor undian dua dipersilahkan,” kata Sutan Panyalai. Martiyus Makjang segera berdiri dari tempat duduknya di samping kanan barisan meja pengurus Bamus. Tangan kanannya , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (17)
Tinta Rakyat – Melihat Bujang Salamaik seperti itu, Ajo Fuddin dan Yuang Kubu seketika bertepuk tangan. Orang-orang pun seketika pula bertepuk tangan. Tepuk tangan berhenti setelah Sutan Panyalai Ketua Panitia , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (16)
Tinta Rakyat – SEBAGAIMANA air dari curahan awan, waktu pun mengalir menuju akhir. Bujang Salamaik pun bersama lima balon lainnya di Kantor Wali Nagari akan mempresentasikan visi, misi dan program , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (15)
Tinta Rakyat – “Jang!” kata Ajo Fuddin seketika. “Ya. Apa Jo Din?” “Ke mana Ujang selama lima malam kemarin?” “Bersosialisasi dan memperomosikan diri ke surau- surau korong sekaligus melaksanakan shalat , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (14)
Tinta Rakyat – “Ujang memang butuh sponsor atau donatur…” “Untuk apa Jang?” tukas dan tanya Yuang Kubu. “Untuk biaya operasional sebelum dan ikut Pilwana…” “Apa-apa saya biayanya Jang?” tukas dan , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (13)
Tinta Rakyat – SEBAGAIMANA sungai yang sedang dikucur hujan, airnya diyakini mengalir deras menuju muaranya. Begitulah aura yang mengalir dalam badan diri Bujang Salamaik. Enam hari kemudian setelah Isya, Bujang , Baca Lebih Lanjut
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 29
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


