Tinta Rakyat – “Itu Bujang Salamaik!” ujar Ajo Kenek dengan suara basnya. “Ya!” tukas Yuang Kubu pula. Sepeda Bujang Salamaik memasuki halaman Warung Kopi Aciak Kijun, kemudian berhenti di depan , Baca Lebih Lanjut
Artikel
KABA : Tele-nya Nagari Kami (11)
Tinta Rakyat – TELAH lima malam Bujang Salamaik tidak singgah ke Warung Kopi Aciak Kijun. Pada malam keenamnya setelah Isya, Ajo Fuddin mempertanyakannya kepada Aciak Kijun. “Ciak..!” kata Ajo Fuddin , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (10)
Tinta Rakyat – “Jang,” kata Ajo Karanggo seketika. “Ya.” “Kalau usaha itu berupa kelompok masyarakat, berapa besaran dananya?” “Dua puluh lima sampai lima puluh juta rupiah!” “Bagaimana cara warga mendapatkan , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (9)
Tinta Rakyat – “Baik. Assalamualaikum!” “Waalaikumsalam!” jawab orang banyak. “Kita semua sudah tahu bahwa akan dipilih Wali Nagari Punggung Berpasir. Apa sudah ada Balon dari korong kita, Korong Jambak Tanjung , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (8)
Tinta Rakyat – BUJANG Salamaik sudah bersosialisasi dengan perwakilan elemen masyarakat pada lima korong dari enam korong dalam wilayah Nagari Punggung Berpasir. Satu korong lagi yang belumnya adalah di korongnya sendiri , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (7)
Tinta Rakyat – “Jang!” tukas Aciak Kijun. “Ya.” “Sempatkah Ujang mensosialisasikan diri?” “Sebagai Balon Wali Nagari Pungguang Berpasir?” “Sebagai apalagi kalau bukan itu?” “Ya Ciak…” “Kapan?” “Setelah Jo Nek mensosialisasikan , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (6)
Tinta Rakyat – BESOK malamnya sesuai perjanjian, keduanya akan sama-sama bersosialisasi ke Korong Bodi Panyalai atau korong ketiga dari enam korong dalam wilayah Nagari Punggung Berpasir. Untuk itu, Bujang Salamaik diminta , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (5)
Tinta Rakyat – “Itu bunyi sepeda motor Ajo Kenek,” kata Aciak Kijun. Orang-orang yang duduk di palanta Warung Kopi Aciak Kijun spontan menoleh ke halaman. Tampak Ajo Kenek membelokkan sepeda , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (4)
Tinta Rakyat – BESOK malamnya setelah Isya, Bujang Salamaik telah duduk di palanta sebelah timur Warung Kopi Aciak Kijun. Ia pesan kopi gelas kecil, lalu memandang TV beberapa jenak. Beberapa , Baca Lebih Lanjut
KABA : Tele-nya Nagari Kami (3)
Tinta Rakyat – Bujang Salamaik bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke tiang tempelan pemberitahuan. Setelah dekat, ia baca dengan teliti kalimat-kalimat yang tertulis di pemberitahuan itu. “Jang…” kata seseorang. , Baca Lebih Lanjut
- Sebelumnya
- 1
- …
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- …
- 29
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


