KABA TERDAKWANYA UANG HILANG (23)

Karya : Rafendi Sanjaya

Tinta Rakyat – Beberapa saat kemudian, hanya kami berlima yang masih tinggal dalam ruang “Jumpa Pers” itu.

Gue bergantian memandang keempat kawan gue.

“Kita udah selesai melaksanakan penelitian. Menurut gue, apakah kita terima atau tolak pemberian uang hilang, terpulang kepada hati nurani kita masing-masing yang hidup berdasarkan kepada adat Timur yang santun dan agama berketuhanan yang tauhid!” kata Gue.

Keempat kawan gue menganggukkan kepalanya.

Gue beri kode dengan siulan.

Lalu dengan gue di depan, kami beriringan melangkah meninggalkan Balai Basuo Nagari Kito yang telah ditata jadi ruang “Jumpa Pers” Pemerintahan Nagari Kito itu.

hep ta hep ti

hep ta hep ti. (selesai)

 

Dendang Penutup :

Dengan Bismillah kaba kami awali

Dengan Alhamdulillah kaba kami akhiri

Mohon maaf jika sanak terpancing emosi.

 

Lubuak Aluang – 2025

Komentar