PADANG, TINTA RAKYAT – Alek Nagari Nan XX Lubuk Begalung bukan hanya pesta rakyat, tetapi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga budaya dan memperkuat adat istiadat yang diwariskan niniak mamak dan leluhur. Kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan bermanfaat buat masyarakat. Hal itu diungkapkan Camat Lubuk Begalung (Lubeg), Nofiandi Amir kepada tintarakyat.com disela-sela kegiatan Alek Nagari Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, yang berlangsung hari Sabtu-Minggu (23-24/8/2025) di Gedung Balai Basuo, Jl. Mustika Raya Pengambiran Kec. Lubuk Begalung Kota Padang.
“Kita berharap bahwa adat istiadat ini tidak boleh kita tinggalkan, karena inilah jati diri kita sebagai orang minang. ‘Jan sampai jalan kito diasak urang lalu’. Artinya, kita tidak memakai adat kita, tapi kita memakai adat orang lain, karena belum tentu cocok dengan budaya dan agama kita. Makanya kami di Nagari XX Lubuk Begalung mengadakan Festival Alek Nagari XX sangat konsisten untuk kegiatan ini. Inilah cara kita menghidupkan semangat masyarakat agar mencintai adat budaya minang yang terkenal dengan petatah petitih,” ujarnya.
Camat Lubeg yang murah senyum ini menjelaskan, memahami petatah petitih tidak bisa menghafal tapi memahami secara alur dan arti karena tersirat. Ini yang penting kita sosialisasikan pada masyarakat.
Festival Alek Nagari Nan XX mengambil tema, kailiah sarangkuah dayuang, kamudiak saantak galah. Kegiatan intinya yakni pengukuhan niniak mamak tapian Nagari XX yang 4 suku yakni Suku Malayu, Suku Jambak, Suku Tanjuang, dan Suku Caniago, kemudian lomba maminang, lomba sholawat, lomba sumbang 12, dan lomba lagu minang.
Untuk hadiah, Camat mengatakan, Juara 1 : Uang Pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,-, Juara 2 : Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,- dan Juara 3 : Uang Pembinaan Rp. 1.000.000,-. Festival juga dimeriahkan dengan bazaar UMKM. (David/Yef)







Komentar