Warga Bandar Agung Tangkap dan Serahkan Maling Ke Polisi : Kami Minta Pelaku Lainnya Ditangkap!

Hukum & Kriminal1847 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Maraknya maling di lingkungan Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan membuat warga setempat gerah dan kesal.

Setelah melalui pengintaian, akhirnya warga masyarakat setempat berhasil menangkap Andin (20) saat sedang apel di rumah pacarnya di Dusun Kuala Jaya Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lamsel Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 19.00 wib dengan di jemput warga desa setempat.

Namun disayangkan dua pelaku atas nama Yogi dan Dapit masih buron.

Warga Desa Bandar Agung kepada media mengungkapkan jika ke tiga pelaku mencuri Paralon Sedot Tambak dan merembet mencuri sepeda motor bebek gerandong yang sudah usang di lokasi Dusun Bunut Selatan Desa Bandar Agung Senin (4/8/2025) sekitar pukul 03 subuh.

Warga menjelaskan, Andin adalah warga dusun Bunut Selatan Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi

Kemudian Yogi adalah warga Dusun Kuala Jaya Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi yang tadinya warga dusun Bunut Selatan Desa Bandar Agung.

Dapit merupakan warga dusun Bunut Selatan Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi.

“Paralonnya di temukan di paret 3 desa Bandar Agung, saat ini pelaku Andin sudah diserahkan warga masyarakat langsung ke Polres Lampung Selatan Rabu (6/8/2025) malam kamis sekitar pukul 22.00 wib. Sementara yang dua Yogi dan Dapit masih belum ke tangkep, masih buron”. Ungkap Edi kepada media Sabtu malam (9/8/2025) 20.30 wib

Warga setempat mengharapkan dua pelaku yang masih buron dapat segera di tangkap pihak kepolisian, pasalnya pelaku sering meresahkan dengan melakukan pencurian seperti kincir tambak, ayam dan barang barang lainnya, namun warga masyarakat masih bersabar.

“Kami meminta pihak kepolisian segera bergerak menindak lanjuti menangkap dua pelaku yang masih buron. Karena selama ini warga masyarakat sudah gerah dengan merajalelanya pencurian yang terjadi. Kami juga meminta aparat kepolisian untuk menindak dengan tegas bila ada peredaran barang haram seperti sabu atau narkotika, yang di duga menjadi penyebab tingginya pencurian di lingkungan desa kami”. Pungkas Edi dan warga setempat dengan tegas. (adi)

Komentar