Padang, TINTA RAKYAT – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sasarannya semua anak sekolah, mulai dari PAUD, Balita yang non PAUD, termasuk ibu hamil. Kemudian, untuk memenuhi MBG itu, maka Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat yang ditugaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai penyelenggara MBG, meletakkan beberapa Sarjana Penggerak Perintis Indonesia (SPPI) di setiap daerah Kabupaten dan Kota. Rata-rata 1 sampai dengan 3 orang per Kabupaten/Kota dan satu orang ketuanya di Provinsi. Di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ada sekitar 70 orang SPPI. Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Propinsi Sumbar, dr. Lila Yanwar, MARS kepada awak media tintarakyat.com di ruang kerjanya, pada Jum’at (8/8/2025).
Untuk penyelengaraannya, lanjut dr Lila, maka didirikanlah apa yang disebut SPPG (Satuan Penyelenggara Penyediaan Gizi) atau Dapur SPPG. Proses pendirian dan penyediaan peralatan dapur SPPG akan dikelola oleh Yayasan.
“Nanti yang akan kontrak dengan Badan Gizi Nasional adalah yayasan. Yayasan tersebut memiliki mitra. Nah yang akan menyediakan dapur dan semua peralatannya itu adalah mitra di yayasan,” ujarnya.
Lebih jauh dr. Lila menjelaskan, nanti prosesnya ada portal dan ada web yang dibuka oleh BGN. Lalu di-input-lah semua persyaratan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).
“Jadi dapur itu akan dioperasionalkan oleh SPPG ke SPPI. Kepala SPPI itu SPPG. Berikut dengan Timnya ada 40 orang. Seperti tim ahli gizi, akuntan, satpam, sopir dan lain-lain. Untuk yang masak di dapur SPPG, diwajibkan orang sekitarnya, dimana SPPG itu berdomisili,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa alurnya tidak boleh tabrakan antara barang masuk dengan omprengan misalnya, harus dicek betul. Barang masuk, barang penyimpanan, racikan, pengolahan perloading, loading sampai naik ke mobil. Jam 2 malam sudah harus mulai persiapan. Kloter pertama jam 08.00 WIB sudah harus siap diantar ke Sekolah Paud dulu yang cepat pulang. Kloter kedua, masaknya jam 10 kemudian jam 11 sudah sampai di sekolah. Jarak sekolah radius 6 km dari pusat Dapur SPPG. 1 dapur SPPG harus bisa mengcover minimal 3 ribu penerima manfaat para siswa, ibu hamil dan anak balita.
Proses dapur SPPG dan SPPI melibatkan beberapa tahapan penting, mulai dari persiapan lokasi hingga operasional. SPPI merupakan lulusan perguruan tinggi yang juga berperan sebagai Kepala dapur (KA SPPG) di setiap lokasi SPPG.
Dengan adanya proses yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. (Yef/Dafit)




Komentar