Tintarakyat – Lampung Selatan
Kepala Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Rohgianto mendorong berjalannya Koperasi Desa Merah Putih tahun 2025.
Hal itu disampaikan Rohgianto dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tentang persetujuan pengembalian pinjaman koperasi desa merah putih tahun 2025 yang di pimpin Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bangunrejo di aula kantor desa setempat. Senin (10/11/2025).
Musdesus dihadiri Sekcam Ketapang Elhayati, Ketua BPD Wayan Adinata, Ketua Koprasi Merah Putih Eko dan anggota, Pendamping Desa Budi, RT, Kadus dan perangkat desa Bangunrejo.
Dalam sambutannya, kades Rohgianto mengatakan bahwa dukungan Dana Desa ( DD ) maksimal hanya 30 % yang tentunya hal itu akan di musyawarahkan dan disesuaikan planing masterplan kedepannya seperti apa.
“Karena program ini sangat baik untuk mengkaper perekonomian masyarakat khususnya di desa Bangunrejo, tetapi kami harapkan dukungan kepada semua pihak, dan kepada pengurus KDMP menjalankan dengan maksimal. Jangan sampek dengan adanya pengembalian dana desa akan menjadikan kemunduran KDMP itu sendiri. Harapan kami mari kita sama-sama kita dukung program ini. Yang kedua perlu saya sampaikan melalui forum ini, pak RT, pak Kadus, perlu di tingkatkan keamanan di wilayahnya masing masing dengan digalakkan kegiatan ronda kepada warganya”. Ucap Kades Rohgianto.
Sekcam ketapang Elhayati mewakili camat Ketapang Sri Mahendra Kesuma Dewi turut menanggapi dan menegaskan kepada peserta musdesus.
“Jadi perlu di ketahui, untuk pinjaman koprasi itu seperti yang kita sampaikan pada saat Musrenbangdes bahwa 30 % Dana Desa kita ambil peruntukannya itu untuk jaminan dukungan pengembalian terhadap KDMP di desa”. Ucap Elhayati
Ia melanjutkan, pada momen Musdesus tersebut dipastikan berapa pinjaman dukungan DD untuk KDMP. Selanjutnya pengurus koprasi menentukan unit usahanya apa, berapa yang dibutuhkan yang nanti sama sama di rembukan.
Sementara, ketua BPD Wayan Adinata dalam kesempatan tersebut mengharapkan mana mana yang diundang khususnya perangkat desa dapat hadir semua.
Sehingga ketika ada informasi dapat di sampaikan kepada masyarakat tidak simpang siur, apalagi berkaitan dengan pembahasan uang negara yang harus dipertanggung jawabkan bersama.
Ia juga menyampaikan agar pendamping menyampaikan kejelasan terutama terkait modal di koprasi Merah Putih yang menurutnya masih ngambang. Serta bagaimana teknis pengembalian nya seperti apa.
Ia mengharapkan pengurus koprasi harus punya lini lini pengembangan usaha yang bergerak maju di desa.
Selanjutnya pendamping desa memberikan pemaparan pemaparan terkait pelaksanaan KDMP. (adi)

Komentar