PENGANTAR
Tinta Rakyat – FILOSOFI hidup dan kehidupan urang Minangkabau konon sejak dahulunya adalah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah atau ABS-SBK.
Sebagai acuan penerapannya dikenal dengan syarak mangato adat mamakai atau SMAM.
Zaman pun berkembang. Bangsa dan negara kita (NKRI), termasuk urang Minangkabau, berada dalam alam modernisasi, globalisasi dan liberalisasi yang dibuktikan denga adanya pemilu langsung dan canggihnya teknologi transportasi, komunikasi dan informatika.
Sebagai akibat negatifnya, generasi muda bangsa kita – terutama yang bermukim di kota-kota metropolis – krisis jati diri.
Hal itu dapat dibuktikan antara lain di mana gaya hidup dan perilaku mereka tidak lagi mengacu kepada nilai-nilai adat Timur yang santun dan agama berketuhanan yang tauhid. Pandangan hidup mereka cenderung sekuler, pragmatis, individualis, konsumtif dan hedonis.
Nagari atau nama lain dari Desa, adalah benteng sekaligus atol ketahanan berbangsa dan bernegara kita.
Perantau muda Minang yang lahir dan besar di negeri orang, tidak ingin generasi muda Nagari Asa nenek dan kakeknya krisis jati diri pula.
Mereka sepakat, sebelum resmi pulang ke Bako (menikah dengan anak mamak/kemenakan ayah), pulang basamo dahulu ke ranah Minangkabau guna berbuat kebajikan dan kebaikan.
Setelah meninjau gaya hidup dan perilaku generasi muda kelima nagari asa nenek, mereka laksanakanlah musyawarah- mupakat sekaligus sosialisasi sinergitas program bhakti sosial kepada elemen pemerintah kelima nagari asa nenek mereka, dan elemen masyarakat pemangku kepentingannya.
Tujuannya, membentuk kembali Nagari Minangkabau (nagari asa kakek mereka), dan meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup masyarakat kelima nagari asa nenek mereka dengan menerapkan kembali ABS-SBK, dan SMAM.
Untuk mewujudkannya, keluarga pelanggar SMAM diberi sanksi Adat dan Agama.
Sedang generasi muda usia sekolah yang sumbang busana, sumbang gaul dan sumbang kata dihardik oleh Parik Paga Korong.
Generasi muda dan urang sumando kelima nagari asa nenek mereka menolaknya.
Pembentukan kembali Nagari Minangkabau juga ditolak.
Minangkabau telah jadi Minangkacau!
Mulai besok, ikuti kaba ketiga dari trilogi kaba krisisnya Minangkabau, dengan ilustrasinya oleh Bujang Piliang ini.
Lubuk Alung, Mai 2025




Komentar