Geger!! Wanita Paru Baya Warga Desa Ketapang Lamsel Tewas Bersimbah Darah Dalam Kamar

Peristiwa404 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Tewasnya seorang wanita paru baya warga dusun 3 Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan sontak menghebohkan warga di lingkungan desa Ketapang. Senin malam selasa (20/7/2026)

Informasi tersebut disampaikan Ketua BPD Desa Ketapang Dedi kepada media melalui saluran telpon Whatsapp pada pukul 00.11 wib.

Di lokasi rumah duka dusun 3 Desa Ketapang yang telah di pagari Polisi line ( garis polisi ), terlihat keluarga dan kerabat dalam suasana berkabung yang mendalam.

Diketahui korban bernama ibu Nuraini sekitar 60 tahun. Dari keterangan tetangga dan famili mengatakan kejadian tersebut di ketahui sekitar waktu Isyak oleh anak mantu korban dan keluarga di dalam kamar dengan kondisi korban tewas bersimbah darah.

Virdaus saksi mata yang melihat dan ikut mengangkat jasad korban mengatakan.

“Berawal heboh itu dari keluarga korban, tadinya kita kira ribut keluarga. Ternyata
pihak keluarga mengatakan bahwa korban telah terbujur tewas dalam kamarnya dengan kondisi bersimbah darah. Pas saya ikut mengangkat korban, terdapat luka yang cukup dalam seperti bekas sabetan benda tajam di bagian kepala belakang”. Ucap Virdaus.

Sementara Herlina (46) anak Sulung korban menambahkan.

“Terdapat luka dibagian kepala belakang, luka bagian dahi/pelipis, memar melintang di bagian leher dan kedua bagian telinga bawah tempat anting biasa dipakai juga hilang seperti di iris benda tajam”. Ucap Herlina.

Ia melanjutkan, “Kami menemukan dompet korban di dalam kamarnya hanya tinggal surat barang emasnya, sementara isinya dan uang sudah tidak ada. Baru itu yang ketauan oleh kami keluarga”. Imbuh Herlina.

Pihak keluarga mengatakan, korban sudah dibawa petugas Polsek Penengahan ke RSUD Bob Bazar Kalianda guna kepentingan penyelidikan.

Terjadinya peristiwa nahas yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban menjadi pukulan dan ujian berat bagi anak dan keluarga korban yang di tinggalkan.

Keluarga korban mengharapkan agar pihak kepolisian dapat bekerja cepat mengungkap dan menangkap pelaku dengan hukuman seberat beratnya. (Adi)

Komentar