Bangkitkan Produktivitas Vanname, KKP Akan Normalisasi Saluran Tambak di Tiga Desa Kecamatan Ketapang-Lamsel

Lampung1992 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau ( BPPAP ) Jepara akan membangkitkan kembali Produktivitas hasil budidaya tambak udang vanname dari Lampung khususnya dari Desa Berundung, Desa Pematang dan Desa Way Sidomukti Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan yang pernah berjaya di zamannya.

Tiga desa di Kecamatan ketapang tersebut masuk nominasi nasional penghasil udang Vaname dari budidaya tambak masyarakat.
Namun sejak tahun 2021 hingga kini, Produktivitas budidaya udang Vaname merosot drastis.

Terkait hal itu, Pihak KKP-RI menggelar Konsultasi Bermakna Program IISAP ( Infratructure Improvement For Shrimp Aquaculture Projeck) bekerjasama dengan ADB ( Asian Devlopment Bank) di aula kantor desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Selasa (19/8/2025).

Kegiatan dihadiri KKP (Kementerian Kelautan dan perikanan) RI BPPAP (Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau) Jepara Supito S. Pi, M. Si, sekaligus membuka acara.

Hadir juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikana (DKP) Lampung Selatan Dwi Djatmiko, Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto S.Stp, PMTC ( Projeck Management Technical Consultan) Wijayanto,
Kepala desa Berundung, H. Sultan, Kepala Desa Wai Sidomukti Paryono, Kepala Desa Pematang Pasir Muhlis mewakili Kades Darto Wasono, Penyuluh Perikanan, serta para Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) dari 3 desa di Kecamatan ketapang yaitu desa Berundung, Pematang Pasir dan Way Sidomukti.

Wijayanto selaku tenaga ahli Projek Managemen Tehnical Consultan memaparkan program yang akan dilaksanakan di desa Berundung, desa Pematang Pasir dan desa Way Sidomukti Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, terutama fokus pada pembenahan Infratructure normalisasi saluran yang selama ini dangkal/buntu.

Dangkal dan buntu nya saluran/kanal oleh endapan lumpur yang berlangsung lama membuat air laut sulit masuk ke saluran tambak, dan air buangan dari tambak tidak bisa mengalir ke laut dan telah berlangsung bertahun tahun. Sehingga hal itu menimbulkan penyakit pada benih udang vanname dan berimbas sering gagalnya budidaya.

Sehingga banyak petani tambak mengalihkan lahan di cetak persawahan. Itu menjadi faktor menurunnya Produktivitas udang Vanname dari Lampung.

Usai kegiatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikan Lampung Selatan Dwi Djatmiko di konfirmasi awak media menerangkan bahwa tujuan program IISAP adalah untuk memperbaiki Infrastruktur seperti saluran/kanal tambak.
Semoga setelah salurannya di perbaiki, mudah mudahan sirkulasi air bisa lancar dengan air baru, sehingga kegagalan dari penyakit bisa di kurangi dan penghasilan petambak juga akan lebih baik”. Jelasnya.

Lanjutnya, “Yang kedua kawasan tambak ini juga bisa dibuat jadi distinasi kawasan wisata, sebagaimana program pak bupati lamsel yaitu Program Argo Edu Wisata. Harapan kita program ini berkelanjutan, dan petambak dapat mensupport membantu program ini dengan memelihara apabila saluran sudah di perbaiki dan dirawat bersama untuk kepentingan petambak itu sendiri.”pungkas Dwi Djatmiko.

Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto mengungkapkan, “Tentu kita bersyukur, karena lahan disini sudah lama menjadi proyek minapolitan, dan sudah lama tidak ada normalisasi pengairan, semoga dengan adanya IISAP Infratructure saluran kembali lancar, sehingga kwalitas air baik untuk tambak tambak yang masih ber oprasi dan produksi budidaya udang makin meningkat”. Ucap Camat Rendy.

Dengan adanya program IISAP KKP-RI dan desa Berundung mendapatkan program tambak klaster II, mendapat dukungan
Kades Berundung Hi. Sultan.

“Harapan kita dan masyarakat program ini terus berjalan, ada pembinaan sehingga petani tambak kedepannya lebih baik lagi.” Harapnya.

Dilokasi yang sama, Edi Santoso selaku Fasilitator IISAP mengatakan pihaknya akan
memperjuangkan untuk menormalisasi saluran yang buntu, yaitu paret 1,2 dan 3 sehingga nanti ada saluran inlet dan outlet.

Maka diharapkan akan meningkatkan budidaya produktifitas udang Vaname dari Lampung Selatan, dimana Lampung Selatan masuk nominasi peningkatan pertama dalam budidaya udang Vaname di Indonesia sejarahnya seperti itu”. Ungkapnya.

Dikatakannya program IISAP berjalan sejak tahun 2023, namun tidak hanya perbaikan saluran normalisasi air saja. Ada program pembuatan tambak tradisional plus (tambak semi intensif pakai kincir) tambak tradisional murni (tambak tidak pakai kincir) lalu klaster ( tambak intensif tehnologi tinggi. Dan desa Berundung mendapat tambak klaster II dengan luas 475 hektare (paret 8 dan paret 12) desa Pematang Pasir tambak tradisional murni dan desa Way Sidomukti tambak tradisional plus.

Nantinya tambak tambak tersebut mendapat bantuan sarana dan prasarana, pakan dan pelatihan monitoring.

” Bantuan itu tidak hanya turun lalu dilepas, tapi ada penyuluhan pembinaan untuk pemberdayaan penguatan Pokdakan.
Ini program nasional Kementerian Kelautan untuk budidaya udang Vaname.” Pungkas Edi Santoso. (Adi)

Komentar