Tintarakyat-Lampung Selatan
PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang utama Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan mengungkapkan ada lonjakan penumpang arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah / 2025 naik 10 Persen dari tahun 2024.
Hal itu disampaikan Corporate Secretary PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin saat konferensi pers Angkutan Lebaran ( Angleb ) H+3
di Dermaga Eksekutif pelabuhan Bakauheni. Kamis (3/4/2025).
“Kalau dari sisi animo pastinya mereka sangat menikmati discont ini, sebenarnya kalau dilihat dari pelayanan mereka lebih memilih layanan ekspres karena pelayanan lebih cepat. Sesuai dengan prediksi kita ada kenaikan sekitar 10 persen dari tahun lalu”. terang nya.
Terkait dengan tiket keberangkatan yang bermasalah dan lain-lain, ia menjelaskan adanya refund kepada pengguna jasa.
“Kalau untuk pengguna jasa yang sudah terlanjur membeli tiket ekspres pada tanggal hari-hari ini, kami akan melakukan Refund secara parsial itu memang tidak dikenakan biaya. Proses Refund yang membutuhkan waktu maksimal 30 hari,” jelasnya.
Lebih lanjut Shelvy menerangkan, terkait proses Refund, pihaknya membutuhkan adanya bukti dokumen. Dimana tiket harus di stempel, dan pengguna jasa harus datang terlebih dahulu ke pelabuhan, kemudian pengguna jasa meminta stempel kepada petugas di loket. Dokumen tersebut yang harus dilampirkan ketika mengajukan refund.
“Dan untuk kali ini prosesnya berbeda, dengan refund yang biasa, kalau untuk hari-hari biasa bisa melalui aplikasi, tapi untuk kali ini karena memang kondisinya hari special, jadi berbeda dengan hari-hari biasa,” tambahnya.
Dikatakannya, dengan adanya Delay Sistem, diharapkan dapat mengurai serta menghindari adanya penumpukan di pelabuhan Bakauheni.
Piha ASDP juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dan telah menyiapkan beberapa buffer zone di 5 titik di rest area jalan tol.
“untuk tahun ini kami juga mengapresiasi kepada pengguna jasa yang sudah membeli tiket sebelum masuk ke Pelabuhan, karena ini sangat membantu kelancaran pelayanan di pelabuhan,” Ucap Shelvy.
“Jadi harapannya apabila pengguna jasa sudah bertiket sebelum waktunya bisa menunggu dulu di area buffer zone dan kemudian nanti akan di informasikan oleh petugas kepolisian kapan bisa masuk ke pelabuhan,.”Pungkas Shelvy Arifin. (adi)
Komentar