Padang Pariaman Juara Umum Pada Kejuaraan Muaythai Walikota Cup 2025 di Bengkulu 

Bengkulu, Tinta Rakyat – Kontingen Muaythai Kabupaten Padang Pariaman berhasil meraih juara umum, pada Kejuaraan Muaythai Indonesia Walikota Cup 2025 yang berlangsung sejak tanggal 14 hingga 17 Juli 2025 di Atrium Bencoolen Mall Kota Bengkulu.

Pengurus KONI Padang Pariaman Hendri Gusvira yang ikut mendampingi, menyampaikan kepada media melalui sambungan telepon, bahwa kontingen Muaythai Padang Pariaman yang berangkat ke Bengkulu, sebanyak 22 orang. Mereka terdiri dari 15 orang atlit, 3 orang pelatih (Adi Mulya, Hendri Mob dan Ujang) dan 1 orang manajer (Adrianto), serta 3 orang pendamping (Hendri Gusvira, Seven Boy Bandaro dan Azwar Anas).

“Alhamdulillah, kita berhasil menyabet total sebanyak 14 medali dengan rincian 10 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sehingga, kontingen Muaythai Kabupaten Padang Pariaman ditetapkan sebagai juara umum dan diikuti kontingen Kota Bengkulu sebagai runner up, dengan perolehan medali 6 emas, 8 perak dan 11 perunggu. Sebagai atlit terbaik putra, juga diraih oleh Adit dari Padang Pariaman,” ungkap Hendra, pada Kamis (17/7/2025).

Hendri Gusvira mengatakan, kejuaraan yang dibuka  secara resmi oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi itu, memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Bengkulu. Sebanyak 160 atlit yang berlaga, juga datang dari luar Provinsi Bengkulu, seperti dari Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

“Atlit Muaythai yang berlaga pada kejuaraan tersebut, sebanyak 160 orang yang dibagi dalam kelompok putra dan putri usia 13, 17 dan 23 tahun. Mereka berasal dari 3 Provinsi, yakni Sumatera Barat (Bukittinggi, Solok dan Padang Pariaman), Jambi (Tebo) dan Bengkulu sebagai tuan rumah,” ujar politisi muda dari Sungai Sariak itu..

IMG 20250716 213613

Berikut nama-nama atlit yang berhasil meraih medali:

10 medali emas terdiri dari, 2 medali dari kelompok usia 13 (Ayub dan Bintang), 4 medali dari  kelompok usia 17 (Adit, Danil, Zabua dan Rahel), 4 medali dari kelompok usia 23 (Andika, Mutiara, Idris dan Saragih). Sedangkan 2 medali perak, diraih oleh Rafa kelompok usia 13 dan Farel kelompok usia 17. Sementara 2 medali perunggu, diraih oleh Rizki kelompok usia 17 dan Arya kelompok usia 23.

Kejuaraan ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap meningkatnya kasus kenakalan remaja, seperti tawuran pelajar dan geng motor di tengah masyarakat. Gagasan menggelar turnamen bela diri Muaythai dipandang sebagai salah satu solusi positif, untuk menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih konstruktif.

Pemerintah Kota Bengkulu bersama DPRD Kota Bengkulu berkomitmen, untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang terus dikembangkan dan diperluas skalanya. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi seperti ini, Kejuaraan Muaythai Walikota Cup bukan hanya menjadi ajang olahraga beladiri, tetapi juga media pembentukan mental juara dan jalan keluar dari problematika sosial remaja masa kini. (AS)

Komentar