Tintarakyat – Lampung Selatan
Keberadaan Aktivitas dapur Makanan Bergisi Geratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) yang ada di Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan mendapat sorotan masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan warga setempat, ada beberapa poin yang menjadi sorotan, Pertama yaitu Pembuangan air limbah aktivitas dapur MBG masuk kolam ikan dan berbau busuk membuat tidak nyaman warga sekitar.
Imbas buangan limbah tersebut warga menyebut budidaya ikan dalam kolamnya mati semua, dengan dokumentasi bukti vidio.
Yang kedua tidak adanya izin secara tertulis dari lingkungan RT, Kadus hingga pemerintah desa.
Keluhan tersebut di sampaikan secara langsung oleh
warga masyarakat setempat Budi ( Sekaligus RT 04 ) di dampingi Tugi ( Kepala Dusun ) kepada pihak media pada Selasa. (2/6/2022)
Budi mengungkapkan bahwa dapur MBG yang ada di dekat rumahnya telah ber operasi pada bulan puasa lalu. Ia awalnya tidak mengetahui sumber bau tersebut berasal dari dapur MBG dekat kediamannya.
Setelah diselidiki, ternyata sumber bau tersebut berasal dari air buangan limbah MBG masuk ke kolam ikan yang Ia urus.
“Sejak bau busuk menyengat itu, saya dan anak istri tidak kuat tidur dikamar. Selain itu air limbahnya juga masuk mencemari kolam ikan yang sudah saya taburi benih ikan Nila sebanyak 2000 ekor. Jika melihat nominal nya ya kecil namun kita ada harapan ketika sudah besar dan bisa di panen, nah sejak kena limbah ini sudah ga ada harapan karena ikan nya pada ngambang mati”. Keluh Budi.
Ia melanjutkan, “Sudah saya sampaikan dengan Aslap dan kepala SPPG dua kali dengan pihak SPPG pada bulan Mei 2026 lalu, namun tidak ada respon dan solusinya dari pihak Mitra nya sampai saat ini, ikan itu sudah pada mati, mungkin sudah habis kayaknya, makanya saya buat bukti vidionya, pak kadus Tugi juga sudah tau”. Imbuhnya.
Menanggapi keluhan tersebut,
Kepala SPPG yang di maksut yaitu Renanda didampingi Ahli Gizi dan Akuntansi memberikan klarifikasinya dan membenarkan adanya warga setempat yang menyampaikan keluhannya.
Namun menurut Renanda, pihaknya sudah menjelaskan ke warga yang melapor bahwa masalah limbah itu bukan unsur kesengajaan pihak MBG.
“Karena ada salah satu paralon yang bocor, kejadiannya sekitar dua minggu lalu, ada salah satu divisit yang packing (nyuci) dalam dapur, tapi ternyata airnya mengalir ke kolam itu. Tidak semua limbahnya mengalir ke kolam itu. Saat ini paralonnya sudah di benahi, demikian juga IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) sudah lama bahkan sudah pakai IPAL yang pakai filter, air buangan nya sudah bening”. Terang Renanda.
Dikatakan Renanda pihaknya sudah menjelaskan dengan Budi bersama Kadus Tugiyono saat datang ke SPPG bahwa dalam seminggu ini pihaknya sudah tidak mencuci disitu, apa lagi mencuci ompreng yang memang ada saluran sendiri untuk limbahnya.
“Tadi pagi si bapak yang laporan itu ngirim vidio di kolamnya, sedangkan seminggu limbah sudah tidak mengalir ke kolam itu lagi”. Jelasnya.
Terkait masalah kerugian yang dialami warga tersebut, Renanda mengatakan sudah di sampaikan ke pihak Mitra ( pemilik dapur ).
Dikatakannya, bahwa persoalannya memang pihak Mitra belum sempat turun ke dapur MBG, sedangkan warga yang merasa di rugikan minta cepat di selesaikan.
Meski demikian pihaknya tetap akan kembali menyampaikan dengan Mitra untuk segera turun dan bertemu dengan warga yang merasa dirugikan dan kemungkinan akan di mediasi melalui Pemdes Pematang Pasir.
Pada kesempatan itu, Kepala SPPG di dampingi tim yang ada menunjukkan paralon yang telah di benahi sekaligus IPAL yang ada di dapur MBG.
Terkait masalah izin lingkungan, Renanda menjelaskan bahwa memang tidak ada izin ke lingkungan atau desa bahkan ke kecamatan secara tertulis atau secara formal dari Badan Gizi Nasional.
Namun menurutnya selayaknya bertamu hanya menjalin komunikasi koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa, dalam hal ini Pemdes Pematang Pasir.
Menanggapi masalah izin lingkungan dapur MBG SPPG tersebut, Kepala Desa Pematang Pasir Darto Wasono mengakui tidak ada izin tertulis ke Pemerintah Desa dari tiga dapur MBG yang telah beroperasi di desanya. (Adi)

Komentar