Rumah dan Seisinya Ludes Terdampak Kebakaran, Dedi Warga Ketapang Berharap Ada Perhatian Untuk Bangun Rumah Kembali

Lampung894 Dilihat

Tintarakyat – Lampung Selatan

“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, bagaikan mimpi namun kenyataannya begitu pahit dan getir dalam menerima ujian Allah Subhanahuataala”.

Demikian lah perasaan yang dirasa pasangan suami istri Dedi Efendi (45) dan Armanah (45) warga dusun 8 Muara Balak Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan imbas rumahnya musnah terbakar si jago merah pada Senin sore (3/11/2025).

Di sela puing puing rumanya yang ludes terbakar, Dedi Efendi dengan nada lirih berusaha tegar menerima kenyataan ujian pahit yang menimpanya.

Sementara, Istrinya Armanah dalam kondisi sok berat ( sering melamun dengan pandangan kosong ) berada di kediaman tetangga yang tak jauh dari lokasi rumanya yang terbakar.

Silih berganti warga menjenguk sebagai wujud kepedulian dan ke prihatinan atas musibah yang terjadi.

Diketahui Dedi Efendi bekerja sebagai nelayan selama ini, dan di desa di percaya sebagai kepala dusun ( kadus ) 8 muara balak di masa pemerintahan kepala Desa Hamsin yang aktip mengikuti kegiatan di desa.

Ia mengisahkan sebelum peristiwa naas itu terjadi, dirinya pulang dari tugas di kantor desa Ketapang pada Senin (3/11/2025) jam 13.00 wib dan hendak tidur.

“Istri saya bertanya
mau keluar lagi enggak, saya bilang enggak karena sakit kepala.
Terus saya ambil bantal dari kamar dan tidur di depan TV.
Lalu istri pergi ke desa Bangunrejo ada pesanan barang (Hp) mau diambil karena hp nya sudah tidak kuat meng input data”. Ucapnya membuka cerita.

Lanjut Dedi, “Saya tersadar dari tidur perasaan saya terdengar suara ujan deres karena terdengar suara pletak pletak karena atap rumah kita asbes. Keluarlah saya, ternyata rumah samping (tetangga saya Sariman) yang terbakar. Sementara Sariman tidak ada di dalam rumahnya”. Ungkap Dedi. Selasa sore (4/11/2025).

Ia melanjutkan, “Rumah kita ini terdampak dari terbakarnya rumah Sariman. Saat kejadian ia berada di kali muara balak. Jadi sumber api awalnya dari bagian belakang rumah Sariman ada saksi yang melihat nya, dan api merambat cepat karena dorongan angin kencang. Rupanya suara meletek itu adalah asbes yang terbakar milik Sariman,
Lalu saya kelorong rumah saya dan masih aman”. Sambungnya

Dedi melanjutkan, “Saya masuk rumah keluarkan motor Vega, lalu saya masuk lagi mau ambil hp namun api sudah diruang TV, lalu saya lari mutar mau masuk lewat jendela teringat mau selamatkan uang istri saya. lagi lagi susah karena semburan api sudah masuk. Datang si Sariman niat mau bantu saya, namun sudah tak mungkin. Kurang lebih hanya 10 menit rumah saya ludes terbakar, saya mundur lalu tak sadarkan diri”.Ucap Dedi

Imbas kebakaran itu, semua harta benda hp, tv, 2 mesin ketinting, perabotan rumah tangga, pakaian termasuk dokumen penting seperti Sertifikat Tanah, buku Raport anak, ijasah dan dana warisan milik istrinya sebesar Rp. 100 juta dan dana lainnya total ± Rp. 120 juta ikut hangus tak tersisa. Hanya menyisakan pakaian dibadan dan motor yang sempat di selamatkan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, namun pemicu kebakaran diduga dari korsleting listrik dari rumah Sariman.
Total kerugian di perkiraan ratusan juta.

Dikatakan Dedi, beberapa OPD Pemkab Lamsel hadir meninjau dan memberikan bantuan dengan di dampingi pihak kecamatan ketapang dan Kepala Desa Ketapang.

Saat

Komentar