Rembuk Stunting 2025, Pemdes Bali Agung Berkomitmen Tangani Stunting Kolaborasi Bersama Mitra Terkait

Nagari / Desa1067 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Pemerintah Desa Bali Agung Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rembug Stunting Tahun 2025.

Dimana masalah stunting menjadi masalah nasional yang terus di sosialisasikan sekaligus di lakukan pencegahan dan penanganan beberapa tahun ini, dari daerah sampai ke desa.

Rembuk stunting tersebut dihadiri kepala Desa Bali Agung Made Suwisnu Ngabdi, Sekdes Bali Agung Wayan Sumantre
dan segenap jajaran, Camat Palas Muhammad Iqbal Fuad, S.STP diwakili Sekretaris Kecamatan, Suyadi S.E dan Kasi Ekobang Muslim Idrus, Korluh KB, perwakilan KUA, Pendamping Desa, Purnomo, PLD, kader kesehatan Desa Bali Agung, TP-PKK, kader KPM, elemen masyarakat dan instansi kesehatan.

Rembug Stunting di gelar di aula kantor desa setempat. Kamis ( 7/8/2025 ).

Tujuan utama rembuk stunting tersebut untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan menyusun rencana aksi untuk penanganan dan pencegahan stunting di tingkat desa atau kelurahan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Rembuk stunting juga menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang berfokus pada penurunan angka stunting.

Dalam sambutanya, Kepala Desa Bali Agung Made Suwisnu Ngabdi
menyampaikan komitmen pemerintah desanya untuk terus melakukan pencegahan dan percepatan penanganan stunting.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat baik para kader, bidan desa maupun mitra terkait untuk berkolaborasi dalam pencegahan dan percepatan penanganan Stunting”. Ucapnya

Selain program stunting, dirinya menyampaikan masih memprioritaskan program ketahanan pangan, seperti budidaya ikan dan lainnya dalam hubungan peningkatan gizi anak anak dan ibu hamil.

Sementara Sekretaris Camat, Suyadi menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah desa, para seluruh kader, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat desa.

Dikatakannya, keberhasilan upaya pencegahan stunting memerlukan kerjasama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program Bali Agung Zero Stunting dan menekankan pentingnya menerima saran dan usulan dari para kader kesehatan maupun instansi kesehatan guna pencegahan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko stunting.

Selanjutnya Bidan desa Budi Trisnawati mewakili pihak kesehatan menyampaikan beberapa usulan seperti, tambahan Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk mencukupi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil serta tambahan beberapa vitamin A, D, C, zat besi dan vitamin B12 guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dirinya juga memohon kepala desa atau ketua TP-PKK Desa Bali Agung dapat menghadiri setiap kegiatan posyandu untuk memberikan semangat kepada para kader kader yang sedang bertugas. (adi)

Komentar