Melalui Musdesus, Pemdes Tamansari Sepakati Pembelian Lokasi KDMP Secara Swadaya

Lampung879 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Pemerintah Desa (Pemdes ) Tamansari Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang berlangsung di aula balai desa setempat. Sabtu (13/12/2025)

Musdesus tersebut dilaksanakan dalam rangka menentukan dan menyimpulkan titik lokasi Koprasi Desa Merah Putih yang merupakan program dari Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya sedikit terjadi miskomunikasi sehingga menimbulkan kontroversi dalam penentuan titik lokasi Koprasi Desa Merah Putih.

Untuk mencapai kesepakatan bersama, pemerintah desa Tamansari mengundang para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, karang taruna, camat ketapang, BPD, LPM, Korwil Pendidikan, K3S, Kepala Sekolah, para Guru, para walimurid, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping Kemenkop, Pengurus Koperasai Merah Putih, bahkan di hadiri anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Golkar Ahmad Muslim.

Meski diawal Musyawarah berlangsung alot, namun akhirnya dicapai kata mufakat setelah anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Golkar Ahmad Muslim memberikan masukan dan pencerahan kepada warga masyarakat yang hadir.

Dalam musyawarah tersebut, pemerintah desa bersama unsur masyarakat sepakat pembangunan gerai KDMP dilakukan melalui swadaya masyarakat berupa sumbangan untuk pembelian lahan.

Usai Musdesus, Ahmad Muslim di konfirmasi menjelaskan kepada awak media bahwa kehadiran dirinya bersama para tokoh dan masyarakat di undang musyawarah untuk menentukan dan menyimpulkan titik lokasi KDMP Desa Tamansari.

“Hari ini sudah di simpulkan dan sepakat bahwasanya kita mencari lahan dan semua masyarakat siap sumbangan secara Swadaya untuk membeli lahan lokasi KDMP, dan panitia pencari lahan sudah di bentuk.”Jelas Ahmad Muslim.

Sekretaris Camat Ketapang Elhayati mengatakan, bahwa rencana awal pembangunan KDMP di lahan sekolah tidak dapat direalisasikan karena akan digunakan untuk program revitalisasi.

“Lahan SDN 2 Taman Sari tidak bisa digunakan karena dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar mengajar, terlebih sekolah tersebut direncanakan mendapat bantuan revitalisasi pada 2026. Maka masyarakat sepakat bergotong royong untuk membeli lahan baru,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Taman Sari Sutrisno mengatakan pihaknya telah membentuk tim pencari lahan KDPM.

“Untuk besaran swadaya belum ditentukan karena masih dalam tahap perencanaan dan akan dibahas kembali dalam musyawarah desa lanjutan,” kata Sutrisno.

Ia menambahkan, selain swadaya masyarakat, pemerintah desa juga membuka peluang sumbangan dari para donatur agar program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan optimal di Desa Taman Sari.

“Insyaallah dalam waktu satu bulan ke depan akan dimusyawarahkan kembali bersama tim yang sudah ditunjuk, termasuk Ketua BPD, BUMDes, dan KDMP,” pungkasnya. (Adi)

Komentar