Tintarakyat-Lampung Selatan
Antusiasme jamaah dari beberapa kecamatan di Lampung Selatan dalam menghadiri haul Raden Inten II dan sekaligus bersholawat bersama di lapangan benteng cempaka makam pahlawan nasional Raden Inten II Desa Gedong Harta Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan berlangsung hikmat.
Kegiatan tersebut di laksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Penengahan dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Kamis (30/10/2025).
Sejumlah tokoh tampak hadir, termasuk Junaida Gelar Ratu Mas istri Erwisyahrial (Dalom Kesuma Ratu ) dari lamban balak Keratuan Darah Putih. Yogha Pratama ( Ahli Waris Raden Intan Lampung), Camat Penengahan Syaifulloh, Sekcam Penengahan Hermawan, kapolsek dan Koramil Penengahan, Ketua APDESI Kecamatan Penengahan Suhatsyah, para Kepala Desa se-Kecamatan Penengahan, Ustadz Mahmudi sebagai penceramah merangkap ketua LAKPESDAM PCNU Lamsel sekaligus Penyuluh Agama Islam Kemenag Lamsel.
Kepala KUA Penengahan Siswan Sahiri, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya.
Sambutan Ratu Mas sebagai ahli waris Raden Intan, menyampaikan Trimakasih pada pihak MWCNU Penengahan bersama Pemerintah Kecamatan Penengahan yang telah mengadakan Haul Raden Intan.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena dengan adanya kegiatan ini kita dapat mempererat tali silaturahmi mudah mudahan bisa bermanfaat dan mendapatkan keberkahan untuk kita semuanya,” ujar Junaida Gelar Ratu Mas.
Camat Penengahan, Syaifulloh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat. Selain itu camat juga menekankan kepada jamaah yang hadir kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang dan pahlawan. Terlebih Pahlawan Raden Intan lahir, berjuang dan wafat di Penengahan. Kalau bukan warga penengahan yang membesarkan namanya, jangan berharap orang lain yang mau membesarkan.
“Ini adalah nikmat dan kebahagiaan yang luar biasa. Kita bisa bersilaturahmi, bertemu tatap muka, dan bersama-sama melantunkan sholawat memuji Rasulullah SAW, serta melantunkan doa dikesempatan memperingati haul pahlawan kita Raden Inten II,” ucap Syaifulloh.
Dalam kesempatan itu, Ketua pelaksana acara, Muhammad Dahlan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.
Kepala Desa Gedung Harta, Muhammad Ramli, juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para jemaah dan ulama yang telah memberikan siraman rohani serta doa untuk keberkahan acara.
Kepala KUA Penengahan Siswan Sahiri juga menyampaikan sambutannya dan mengisahkan sulitnya masa perjuangan, pahlawan, wabil khusus Radin Inten.
Selanjutnya Ketua LAKPESDAM PCNU Lamsel sekaligus Penyuluh Agama Islam Kemenag Lamsel Ustadz Mahmudi S.pdi dalam momen itu menjelaskan silsilah keluarga Raden intan II,
dari Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayatullah) sampai ke Radin Intan II.
Ia juga memberi tau makam makam keluarga, mulai dari Ratu Darah Putih (minak Gejala Ratu)
bin Syarif Hidayatullah di keramat saksi dusun Sekurip Desa Kuripan, makam Radin Intan I di komplek Kenali desa Kuripan, dan komplek makam Sanif di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.
” Kalau sayang, cinta dengan Raden Intan, maka sayangilah keluarganya, kenalilah mereka, baik yang hidup maupun yang telah meninggal dunia. Tapak tilas perjuangannya dengan terus berbuat baik dengan menciptakan perdamaian, kerukunan di tempat tinggal, daerah masing masing. Mulahilah dari kelompok terkecil Rt, Rw, Desa, Kecamatan, dan seterusnya, untuk ciptakan perdamaian, dalam mempertahankan NKRI dari rong rongan orang yang jadi penghianat. Jangan mau di adu domba, semua manusia sama, taqwalah sebagai pembedanya”. Pesan Ustadz Mahmudi.
Acara ditutup dengan doa bersama dan bersholawat serta sesi photobersama. (Hb/adi)


Komentar