Di Desa Ruguk, Kembali Anggota DPRD Lamsel Sadide Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Lampung2387 Dilihat

Lampung Selatan tintarakyat.com

Pentingnya menanamkan pemahaman Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat agar tidak mudah terjerumus dan terprovokasi dari faham faham yang menyesatkan dan menimbulkan perpecahan bangsa.
Menjadi agenda dan tugas para Anggota Dewan di luar gedung dengan terjun kemasyarakat untuk mensosialisasikan di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Seperti halnya Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Sadide dari Fraksi PDIP pada kali kedua menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan pada Masyarakat Desa Ruguk Kecamatan Ketapang yang Sebelumnya di awali di Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan.

Acara Sosialisasi tersebut di gelar di Lokasi TPA Rodatul U’lum RT 08 Dusun 04 Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (16/02/2023)

Sekitar 150 peserta dari elemen masyarakat Desa Ruguk hadir antusias  mendengarkan pemaparan sosialisasi tersebut.

Tampak Kepala Desa Ruguk Saiful,SE turut hadir mendampingi Sadide, Dawar Yunus,  SH,MH dari Dinas PMD Lamsel sebagai Nara Sumber. Jajaran perangkat Desa, Ketua BPD Muksin dan jajaran, tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pemuda, ibu ibuk dari majlis Taklim dan para undangan warga Desa setempat.

Mengawali acara, Kades (Jarok ) Saiful,SE dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Sadide atas di gelarnya Sosialisasi tersebut.

“Mudah mudahan dengan adanya Sosialisasi Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, masyarakat tidak mudah di susupi atau di susupkan oleh faham faham yang menyesatkan. Karna dari zaman Nenek moyang kita dulu, zaman kemerdekaan, Idiologi kita sudah menganut Idiologi Pancasila, apapun suku dan agama kita tetap Idiologinya Pancasila tidak boleh dirubah rubah”. Ujar Saiful

Sebagai Anggota Dewan Wilayah Dapil 3 ( Kecamatan Penengahan, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Sragi dan Kecamatan Bakauheni) Sadide terus melakukan Pembinaan,termasuk mensosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Ia menyampaikan pentingnya sosialisasi itu di gelar, agar masyarakat dapat memahami Idiologi bangsa yaitu Pancasila walupun Masyarakat sudah banyak tau, namun menurutnya perlu terus di perkuat dengan kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Sadide berharap dengan di gelarnya acara tersebut, masyarakat faham dan tau arti dari pada Idiologi Pancasila sebagai Dasar Negara dan Wawasan Kebangsaan. Agar masyarakat tidak gampang tersusupi oleh pengaruh faham faham dari luar.

“Dengan kegiatan ini, Saya berharap kita semua bisa seperti dulu, yang mana hidup damai dan tentram sebagai Masyarakat berbangsa dan bernegara yang baik, jangan mau di adudomba. Seperti ada yang menjual jual  agama seperti contoh di luar negri (Timur Tengah) agama nya sama namun terus bertikai perang saudara terjadi , ujungnya hanya mengadu domba”. Ungkap Sadide.

Apalagi lanjut Sadide, ” yang berbeda seperti bangsa kita, Tapi Alhamdulillah walau  berbeda beda kita tetap bersatu”. Ucap Sadide.

Selanjutnya Dawar Yunus,SH,MH selaku Nara sumber memaparkan dan mengupas apa yang dimaksud Idiologi dan wawasan kebangsaan.
Dikatakannya, bahwa Idiologi berasal dari bahasa Yunani Ios dan logos (cara pandang) bangsa. Sedangkan bangsa Indonesia menganut Idiologi Pancasila . Pada  bingkai Pancasila tertera kata  ‘Bhineka Tunggal Ika’ (Berbeda beda Namun Tetap Satu).

Disampaikannya bahwa Idiologi Pancasila sudah mengcover semua keragaman suku budaya dan Agama yang di anut Masyarakat Indonesia.

“Tidak mudah merumuskan Pancasila, Founding Father bangsa yang terdiri dari 68 orang telah merumuskan Pancasila seperti yang kita ketahui sampai saat ini. Allhamdulilah didalamnya pada Sila ke 1 Ada Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila Ke 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab, Sila Ke 3, Persatuan Indonesia, Sila Ke 4, Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Sila.Ke 5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan berlandaskan Idiologi Pancasila itu telah di berikan keleluasaan untuk menjalankan Agama dan keyakinan masing masing

“Dengan menjaga kerukunan yang ada, kita sama saja sudah mengamalkan nilai nilai Pancasila”. Jelas mantan sekdes Bakauheni tersebut.

Berbicara wawasan kebangsaan, Dawar Yunus mengisahkan perjuangan rakyat Indonesia yang saat itu belum adanya persatuan hingga mudah di patahkan oleh Penjajah.

Hingga munculah kesadaran dari para pemuda pemuda Indonesia yang di Ikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada  28 Oktober 1928 di Jakarta.
Isi Sumpah Pemuda:
PERTAMA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.

KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA.

Dawar Yunus meminta Elemen Masyarakat yang hadir dapat menyampaikan Idiologi dan wawasan kebangsaan itu dan meluruskan jika ada pemahaman yang tidak sesuai dengan Idiologi Pancasila. Serta mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan pemahaman Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. (Adi)

Komentar