Anggota DPRD Lamsel Ali Wardana Gandeng PT. Bayer Indonesia Panen Raya Jagung di Desa Bangunrejo

Lampung987 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan tingkatkan produktifitas hasil pertanian jagung bagi petani di Kabupaten Lampung Selatan khususnya Kecamatan Ketapang, Anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Gerindra Ali Wardana bersama Territory manager PT. Bayer Indonesia Seed wilayah Lampung Dion Putra Aditya menggelar panen raya jagung varietas DK 79C di Dusun Bangun Dana Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Senin (19/1/2026).

Giat panen raya jagung tersebut juga dihadiri Kepala Desa Bangunrejo Rohgianto dan jajaran,
KUPT Pertanian Kecamatan Ketapang Kiki Rendra, Ketua Gapoktan Nyoman Muryadi dan jajaran.

Sebanyak 150 petani dengan penuh hikmad mendengarkan paparan dari Ali Wardana selaku anggota DPRD Lampung Selatan dan paparan Manager perwakilan PT. Bayer Indonesia wilayah Lampung.

Kepada awak media, Ali Wardana menyampaikan bahwa dirinya bersama perwakilan PT. Bayer mengundang 150 petani desa Bangunrejo guna melihat tanaman jagung seluas 2 Hektar yang ditanam oleh petani desa Bangunrejo yang menggunakan produk varietas DK 79C dari PT.Bayer Indonesia

” Ini hasilnya tanpa rekayasa dari perusahan, intinya kita undang masyarakat melihat tanaman jagung yang sangat bagus dan benihnya di produksi oleh PT. Bayer. Mudah mudahan kedepannya bisa menjadi rekomendasi ke para petani untuk menanam benih DK 79C, karena bibit jagung ini adalah faktor utama untuk meningkatkan produktifitas hasil jagung yang melimpah”. Terangnya.

Ia melanjutkan, “Saya selaku anggota DPRD Lampung Selatan terus bergerak menggandeng perusahan yang bergerak dalam bidang benih jagung, tentunya kita ingin mensosialisasikan terus.
Nah ini juga bisa menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan produktifitas panen dan juga mendukung Pemerihtah pusat menjaga ketahanan pangan nasional”. Jelasnya

Lebih lanjut, anggota komisi I DPRD Lampung Selatan dapil 3 itu mengatakan bahwa benih unggul dari DK 79C telah di tanam dan menyebar di seluruh Kabupaten Provinsi lampung. Ia juga menjelaskan rata rata umur tanam DK 79C hanya 80-105 hari.

“Untuk di kecamatan ketapang para petani sudah banyak yang tanam bibit unggul DK 79C dan kegiatan ini sudah berulang kali dari tahun sebelumnya, dan untuk hasil timbangnya setelah di cek dari beberapa bonggol rata rata rendemen nya keluar 80 %”. Imbuhnya.

Dilokasi yang sama KUPT Pertanian Kecamatan Ketapang Kiki Rendra di dampingi Kades Bangunrejo Rohgianto dan Ketua Gapoktan Nyoman Muryadi menyampaikan apresiasinya.

“Kalau kita lihat hasilnya dan apa yang disampaikan oleh pak Dewan, dan perwakilan PT.Bayer Indonesia, Alhamdulillah produk PT.Bayer ini bisa kita andalkan untuk tanaman jagung bagi petani di kecamatan ketapang ini”. Ujar Kiki optimis.

Sementara Territory manager PT. Bayer Indonesia Seed wilayah Lampung Dion Putra Aditya menjelaskan beberapa keunggulan bibit jagung Hibrida lainnya.

“Hari ini kita melakukan panen raya DK 79C, tahun lalu kita Lounching dan hari ini di Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan kita sama sama untuk menyaksikan dan bersama-sama kita petik secara acak kemudian kita timbang gelondongan nya dan kita pipil bersama sama lalu kita timbang bersama, dan hasil rendemen nya kita ketahui bersama bahwasanya DK 79C stabil dengan rata rata 80 %”. Ucapnya

Ia menjelaskan sebelumnya penyebaran DKLAB berjaya di kecamatan ketapang sekitar 10 tahun lalu menghilang.

“Tahun kemarin 2025 kita kembali lagi dengan membawa varietas yang jadi andalan utama dengan DK 79C, yang lain ada DK 19C para petani sudah tanam dan sudah merasakan sendiri hasilnya”. Ungkapnya

Pihaknya menyampaikan untuk penyebaran bibit Produksi PT.Bayer kedepannya, akan terus bekerjasama dalam kegiatan petani melalui Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani ) dalam mensosialisasikan tanaman jagung hasil produk dari PT. Bayer.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan motivasi untuk petani, “Ayok kita coba tanam benih jagung dari varietas DK 79C PT.Bayer Indonesia untuk meningkatkan produktifitas hasil panen karena saat ini harga jagung juga cukup stabil”. Pungkas Dion Putra Aditya. (Adi)

Komentar