Diduga Arogan dan Abaikan Lingkungan.! PT Talun Jaya Abadi Di Gruduk Masyarakat Palas-Lamsel

Lampung2357 Dilihat

Tintarakyat-Lampung Selatan

Keberadaan PT Talun Jaya Abadi di wilayah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung selama 8 tahun dinilai masyarakat tidak membawa manfaat, bahkan dirasakan malah merugikan masyarakat setempat.

Ditambah perlakuan petugas keamanan ( security ) yang di duga bersikap arogan terhadap masyarakat selama ini menuai sorotan tajam.

Kesabaran yang lama terpendam tak lagi dapat terbendung, hingga memantik api amarah berkobar membara di masyarakat.

Dan puncaknya, terjadi gelombang aksi unjuk rasa dari puluhan masyarakat warga Desa Tanjung Sari dan Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, di depan kantor PT Talun Jaya Abadi. Minggu (22/6/2025).

Dalam aksi tersebut, warga memblokade akses jalan menuju kantor perusahaan dan menyampaikan tuntutan agar pihak perusahaan memecat petugas keamanan (security) yang dinilai arogan terhadap masyarakat.

Koordinator aksi, Imam Safei, menyampaikan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk aspirasi warga yang sudah lama merasa dirugikan oleh keberadaan PT Talun Jaya Abadi.

“PT ini sudah 8 tahun beroperasi, namun tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat, baik dalam bentuk CSR maupun dukungan kepada tenaga kerja lokal. Justru, rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara tidak adil dan pilih kasih,” ungkap Imam.

Lebih lanjut, Imam menambahkan bahwa PT Talun Jaya Abadi juga diduga belum memiliki izin lingkungan yang sah dan tidak pernah transparan terkait perizinan lainnya. Selain itu, masyarakat mengeluhkan tindakan oknum keamanan perusahaan yang kerap bersikap kasar dan bahkan main tangan terhadap warga.

“Satpamnya arogan. Sering berkata kasar, bahkan berani main tangan. Ini sudah sering kami dengar dan alami,” ujarnya

Warga juga menyayangkan jalan akses ke kantor PT Talun Jaya Abadi yang menurut mereka merupakan milik masyarakat, namun seolah-olah dikuasai oleh perusahaan. Dalam aksi ini, warga tetap mengizinkan masyarakat umum untuk melintas, namun melarang seluruh staf atau karyawan perusahaan melewati jalan tersebut.

“Jalan ini milik masyarakat. PT hanya numpang lewat. Maka kami tutup aksesnya agar mereka tahu bahwa keberadaan mereka tidak bisa semena-mena,” ucap Imam.

Ia juga menyinggung soal awal berdirinya PT Talun Jaya Abadi yang dulunya merupakan bagian dari kelompok tani. Namun sejak perusahaan berdiri, kelompok tani tersebut justru tidak lagi difungsikan dan segala bantuan malah dikendalikan oleh orang-orang tertentu, diduga dekat dengan pihak perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, warga menyebut bahwa PT Talun Jaya Abadi merupakan milik dari Bapak Sudin, yang diketahui sebagai anggota DPR RI.

Warga menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera direspons, aksi massa yang lebih besar akan dilakukan, dan dikhawatirkan situasi bisa menjadi tidak terkendali. (Man/adi)

Komentar