Riau, TintaRakyat- Jalan lintas km 38 Kecamatan Balai Jaya, Kecamatan Rokan Hilir yang rusak dan berlubang hingga kini tak kunjung diperbaiki, kondisi jalan ini tentunya akan terus mengancam keselamatan pengendara.
Terlebih lagi saat hujan turun, jalanan yang berlubang tersebut akan digenangi air. Belum lagi akibat minimnya saluran air di jalanan tersebut, badan jalan juga sering digenangi air yang cukup dalam.
Masyarakat setempat khawatir jika dibiarkan terus-menerus maka akan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bahkan baru-baru ini, sebuah truk pengangkut pasir terperosok ke dalam lubang yang digenangi air tersebut.
[caption id="attachment_10762" align="alignnone" width="293"]

Badan truk pengangkut pasir terperosok ke jalan berlubang KM 38 Rokan Hilir[/caption]
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja proses evakuasi badan truk yang terperosok sempat mengganggu arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Tak berselang lama, Kamis (25/08) kecelakaan kembali terjadi. Kali ini sebuah truk bermuatan kayu terguling saat menghindari lubang dan pengendara lain di depannya.
[caption id="attachment_10763" align="alignnone" width="266"]

Truk pengangkut kayu terguling saat menghindari lubang di jalan lintas km 38 Rokan Hilir[/caption]
Adi selaku sopir truk menjelaskan dirinya terpaksa banting stir ke pinggir jalan untuk menghindari bus dan mobil lainnya yang juga menghindari lubang.
"Jika saya maju terus, akan sangat membahayakan pengendara lain. Maka dari itu saya banting stir kesamping. Kalau tidak, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada mobil yang didepan saya itu," ujar Adi.
Adi juga meminta agar pemerintah setempat maupun pemerintah pusat dapat segera melakukan perbaikan jalan. Baik jalanan yang berlubang maupun saluran air agar air tak lagi tergenang.
Menurut Adi, jika tidak diperbaiki segera akan semakin banyak kecelakaan yang terjadi, terlebih lagi jika sampai menimbulkan korban jiwa.
Diskusi Pembaca
Komentar (0)
Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama menanggapi.