BATANG ANAI, Tinta Rakyat - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) lakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Padang Pariaman, dalam rangka meninjau langsung progres pembangunan Embarkasi Haji serta mengevaluasi pelaksanaan layanan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M di Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat (11/7/2025).
Rombongan Komisi VIII yang dipimpin Wakil Ketua H. Ansory Siregar, setiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) disambut oleh Bupat Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), Plt. Kakanwil Kementerian Agama Sumbar Edison, Unsur Forkopimda, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekdakab. Rudy R. Rilis, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan turut hadir Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Syaiful Bahri.
Ikut mendampingi dalam kunjungan ini, anggota Komisi VIII dari berbagai fraksi, antara lain Hidayat Nur Wahid, Lisda Hendrajoni, Zulfikar Achmad, Ansari, Matindas J. Rumambi, Derta Rohidin, Aprozi Alam, Endro Hermono, Alimudin Kolatlena, Dini Rahmania, Ashari Tambunan, dan Syaiful Nuri beserta beberapa staf pendamping Komisi VIII.
Agenda kunjungan diawali dengan Shalat Jum'at di Masjid Agung Syekh Burhanuddin dan setelah itu langsung ziarah ke makam ulama besar tersebut. Rombongan kemudian dijamu makan siang di Pendopo Rumah Dinas Bupati di Karan Aur, Kota Pariaman. Kemudian, rombongan melanjutkan peninjauan, ke lokasi pembangunan embarkasi haji yang berlokasi di nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai.
Dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Asrama Haji, Bupati Padang Pariaman menyampaikan laporan sekaligus aspirasi terkait keberlanjutan proyek strategis tersebut.
Ia menyampaikan, bahwa pembangunan embarkasi haji ini bersifat multiyears dengan total anggaran Rp. 365 miliar, namun hingga saat ini baru terealisasi Rp. 225 miliar. Sisanya sekitar Rp. 140 miliar, sangat diharapkan dapat diselesaikan melalui dukungan Komisi VIII dan Kementerian terkait.
“Embarkasi ini, akan menjadi pusat layanan haji modern yang tidak hanya melayani jemaah asal Sumatera Barat, tetapi juga dari Bengkulu dan Jambi. Kita ingin proyek ini segera rampung, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati JKA penuh harap.

Selain proyek embarkasi, Bupati juga menitipkan beberapa aspirasi penting lainnya. Yakni, usulan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana untuk 12 titik terdampak bencana senilai Rp65 miliar, serta realisasi janji pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial senilai Rp. 200 miliar.







Diskusi Pembaca
Komentar (0)
Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama menanggapi.