
Paluta, Tinta Rakyat com
Merasa di usik ulahnya yang diduga memangkas Dana Bansos di kabupaten Paluta, Seorang oknum Pimpinan Pesantren diduga menyuruh orang tak dikenal meneror wartawan Tinta Rakyat.com Karna mempublikasikan bansos yang di kerjakan oknum Pimpinan Pesantren. Adapun pemberitaan terkait dana bansos yang menurut informasi dari narasumber Tinta Rakyat.com LPP-TIPIKOR RI dan LAMBAR RI adanya Dana untuk bedah rumah di kecamatan Padang bolak Julu kabupaten Padang Lawas Utara senilai Rp.140.000.000,- namun menurut keterangan yang di sampaikan kedua LSM yang menjadi narasumber Tinta Rakyat.com menyatakan hanya Tersalur Rp.70.000.000,- Kemasyarat.
Hal tersebut mereka dapatkan dari hasil konfirmasi yang di lakukan Devuti Investigasi LPP-TIPIKOR RI dan LSM LAMBAR RI kepada masyarakat setempat sebagai penerima Bantuan Sosial (BANSOS) Kementerian Sosial. Berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang didapat oleh kedua LSM tersebut baik dari penerima dan sumber lainnya menduga dana tersebut di Sunat oleh salah satu Oknum Pimpinan Pesantren di Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara. ada apa dengan dana tersebut sehingga pimpinan pesantren yang diduga melakukan penyunatan terhadap Dana Bansos menyuruh oknum meneror Wartawan Tinta Rakyat.com, bila infor Masi yang di sampaikan tidak benar harusnya pihak pesantren melakukan klarifikasi terhadap penerbitan berita,bukan menyuruh orang lain meneror.
Teror yang terjadi kepada wartawan Tinta rakyat melalui telepon seluler beberapa kali setiap harinya dengan mengatakan " anda berada dimana bang, kita ketemu dulu membicarakan soal berita bansos yang Abang rilis, selalu itu yang muncul setiap telepon yang datang dari nomor kontak yang berbeda-beda dan juga suaranua ber ubah-uubah" ada apa sebenarnya dengan dana bantuan Bedah Rumah yang bersumber dari Kementerian Sosial RI. Padahal menurut keterangan yang di sampaikan masyarakat penerima bantuan yang tidak bersedia di sebut identitasnya menjelaskan, "Kami heran ada 7 (tujuh) unit Rumah yang mendapatkan Bantuan Bedah Rumah di Desa kami dengan ukuran yang berpariasi (Berbeda-Beda) dari 2x10 meter, 3x6, 4x7, 5x7 dan 6x8 meter dengan biaya yang sama. Apa mungkin ukuran yang berbeda namun biaya sama? Ungkap masyarakat yang identitasnya tak ingin di publikasi"
Menurut perhitungan yang di lakukan beberapa tukang yang biasa melakukan perehapan atau bedah rumah di daerah setempat yang terkonfirmasi mengatakan " ketujuh (7) unit bangunan yang di bedah atau Bedah Rumah tersebut hanya berbiaya kurang lebih Rp.70.000.000,- melihat dari kondisi material yang di suplai ke lokasi bedah rumah ujar beberapa tukang yang di konfirmasi tim Tinta Rakyat.com di lapangan".






Diskusi Pembaca
Komentar (0)
Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama menanggapi.