Musisi Legendaris Indonesia Chossy Pratama bersama Fiorela Cepeda penyanyi lagu Karik Hau.[/caption]
Seperti dijelaskan Chossy Pratama, lagu Karik Hau yang dinyanyikan Fiorela Cepeda produksi audionya seratus persen dikerjakan dengan bantuan Chossy Pratama Production, untuk videonya oleh One Shoot Production, dan AMRT untuk studio audionya. Sebagai tambahan audionya dibuat oleh gabungan musisi Timor Leste, Indonesia, dan Kroasia.
Sementara itu, musik video seluruhnya digarap oleh tim kreator Timor Leste yang dimotori oleh Favio S Pinto yang luar biasa ide penggarapan dan editing-nya. Pengerjaannya dengan menggunakan bantuan fasilitas dari PBI / KBRI yang sangat mendukung.
Chossy Pratama, composer Indonesia yang sudah banyak sekali membuahkan hits. Karya lagu hits yang telah dibuahkannya, seperti ; Janjiku, Tersanjung, Asmara, Untukmu Segalanya, Jin dan Jun, Tuyul Mba Yul, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Rilisnya lagu Karik Hau dari Fiorela Cepeda seperti pada kronologi yang diceritakan oleh Chossy Pratama sebagaimana berikut ini ;
Berawal dari dini hari di Dili, sekitar pukul 04.00 subuh, saat semua mata tengah terpejam dalam lelap mimpi. Pagi biasa yang rutin untuk Chossy Pratama, memanaskan air hangat, untuk asupan air putih setiap pagi.
Tiba-tiba hape Chossy Pratama memanggil, teks Whatsapps masuk. Ia buka dan ternyata dari Desy Agustina, “Oom aku bikin lagu, coba deh dengerin”. Teks tersebut ditemani oleh sebuah file audio. Desy Agustina adalah seorang penyanyi asal Surabaya yang bernyanyi di genre Pop / Jazz, dan Chossy Pratama sudah beberapa kali terlibat dalam usaha kolaborasi yang belum berbuah hasil.
Sambil memasang headphone bluetooth, Chossy Pratama dengarkan sebuah untaian notasi yang pendek, dengan rendaan lirik yang menyentuh, “Jika aku tak bersama kamu, mungkinkah jalan hidupku berbeda”. Tanpa pikir panjang Chossy Pratama menghubungi Desy, meskipun Chossy Pratama tahu bahwa Surabaya 2 jam di belakang Dili. Langsung saja Chossy Pratama tanyakan latar belakang notasi awal dan liriknya, dan ternyata adalah kisah nyata yang dialami salah satu kawan karibnya. Dalam hati sebagai seorang komposer yang sudah menggeluti perlaguan selama kurang lebih 38 tahun di industri, hati kecil Chossy Pratama berkata, “Cerita kawan atau?”
[caption id="attachment_18663" align="alignnone" width="300"]Aksi Bombastis, Chossy Pratama Rambah Industri Musik Negara Tetangga Di Usia 74 Tahun
Chossy Pratama, Musisi Legendaris Indonesia.

Jakarta, tintarakyat.com
Legenda hidup Musisi Pop Indonesia Chossy Pratama kembali membuat aksi bombastis. Pada usianya 74 tahun saat sekarang ini, musisi yang dikenal sebagai maestronya original soundtrack sinetron televisi tersebut merambah industri musik negara tetangga, Timor Leste.
Chossy Pratama merilis lagu Karik Hau yang dinyanyikan oleh Fiorela Cepeda, Penyanyi asal Kota Dili - Timor Leste yang saat ini masih berusia 18 tahun. Videoklipnya sudah ada di YouTube Channel Chossy Pratama Production sejak Kamis (10/8/2023).
Manager Chossy Pratama, Tixxy saat diwawancarai pada Senin (14/8/2023) mengatakan, ternyata umur tidak berpengaruh pada kreativitas Chossy Pratama. Di usianya sekarang ia masih bisa mengikuti trend musik anak muda.
"Aneh tapi nyata, pada saat orang seumurnya sudah pensiun, Chossy Pratama malah merambah negara tetangga, mencari bakat. Apa sih rahasianya?" kata Tixxy.
Pada kesempatan yang sama, Chossy Pratama mengatakan, ide awal lagu Karik Hau datang dari Desy Agustina, Penyanyi Chossy Pratama Production asal Surabaya. Awalnya lagu tersebut ia tulis dalam bahasa Indonesia, dengan judul Jika Aku.
"Lagu Karik Hau menceritakan perasaan dan kesulitan seseorang yang tulus mencintai kekasihnya yang tidak pernah bisa tergapai seutuhnya, dan masalahnya bisa macam-macam, tergantung interpretasi masing-masing," kata Chossy Pratama.
[caption id="attachment_18662" align="alignnone" width="300"]
Musisi Legendaris Indonesia Chossy Pratama bersama Fiorela Cepeda penyanyi lagu Karik Hau.[/caption]
Seperti dijelaskan Chossy Pratama, lagu Karik Hau yang dinyanyikan Fiorela Cepeda produksi audionya seratus persen dikerjakan dengan bantuan Chossy Pratama Production, untuk videonya oleh One Shoot Production, dan AMRT untuk studio audionya. Sebagai tambahan audionya dibuat oleh gabungan musisi Timor Leste, Indonesia, dan Kroasia.
Sementara itu, musik video seluruhnya digarap oleh tim kreator Timor Leste yang dimotori oleh Favio S Pinto yang luar biasa ide penggarapan dan editing-nya. Pengerjaannya dengan menggunakan bantuan fasilitas dari PBI / KBRI yang sangat mendukung.
Chossy Pratama, composer Indonesia yang sudah banyak sekali membuahkan hits. Karya lagu hits yang telah dibuahkannya, seperti ; Janjiku, Tersanjung, Asmara, Untukmu Segalanya, Jin dan Jun, Tuyul Mba Yul, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Rilisnya lagu Karik Hau dari Fiorela Cepeda seperti pada kronologi yang diceritakan oleh Chossy Pratama sebagaimana berikut ini ;
Berawal dari dini hari di Dili, sekitar pukul 04.00 subuh, saat semua mata tengah terpejam dalam lelap mimpi. Pagi biasa yang rutin untuk Chossy Pratama, memanaskan air hangat, untuk asupan air putih setiap pagi.
Tiba-tiba hape Chossy Pratama memanggil, teks Whatsapps masuk. Ia buka dan ternyata dari Desy Agustina, “Oom aku bikin lagu, coba deh dengerin”. Teks tersebut ditemani oleh sebuah file audio. Desy Agustina adalah seorang penyanyi asal Surabaya yang bernyanyi di genre Pop / Jazz, dan Chossy Pratama sudah beberapa kali terlibat dalam usaha kolaborasi yang belum berbuah hasil.
Sambil memasang headphone bluetooth, Chossy Pratama dengarkan sebuah untaian notasi yang pendek, dengan rendaan lirik yang menyentuh, “Jika aku tak bersama kamu, mungkinkah jalan hidupku berbeda”. Tanpa pikir panjang Chossy Pratama menghubungi Desy, meskipun Chossy Pratama tahu bahwa Surabaya 2 jam di belakang Dili. Langsung saja Chossy Pratama tanyakan latar belakang notasi awal dan liriknya, dan ternyata adalah kisah nyata yang dialami salah satu kawan karibnya. Dalam hati sebagai seorang komposer yang sudah menggeluti perlaguan selama kurang lebih 38 tahun di industri, hati kecil Chossy Pratama berkata, “Cerita kawan atau?”
[caption id="attachment_18663" align="alignnone" width="300"]
Musisi Legendaris Indonesia Chossy Pratama bersama Fiorela Cepeda penyanyi lagu Karik Hau.[/caption]
Seperti dijelaskan Chossy Pratama, lagu Karik Hau yang dinyanyikan Fiorela Cepeda produksi audionya seratus persen dikerjakan dengan bantuan Chossy Pratama Production, untuk videonya oleh One Shoot Production, dan AMRT untuk studio audionya. Sebagai tambahan audionya dibuat oleh gabungan musisi Timor Leste, Indonesia, dan Kroasia.
Sementara itu, musik video seluruhnya digarap oleh tim kreator Timor Leste yang dimotori oleh Favio S Pinto yang luar biasa ide penggarapan dan editing-nya. Pengerjaannya dengan menggunakan bantuan fasilitas dari PBI / KBRI yang sangat mendukung.
Chossy Pratama, composer Indonesia yang sudah banyak sekali membuahkan hits. Karya lagu hits yang telah dibuahkannya, seperti ; Janjiku, Tersanjung, Asmara, Untukmu Segalanya, Jin dan Jun, Tuyul Mba Yul, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Rilisnya lagu Karik Hau dari Fiorela Cepeda seperti pada kronologi yang diceritakan oleh Chossy Pratama sebagaimana berikut ini ;
Berawal dari dini hari di Dili, sekitar pukul 04.00 subuh, saat semua mata tengah terpejam dalam lelap mimpi. Pagi biasa yang rutin untuk Chossy Pratama, memanaskan air hangat, untuk asupan air putih setiap pagi.
Tiba-tiba hape Chossy Pratama memanggil, teks Whatsapps masuk. Ia buka dan ternyata dari Desy Agustina, “Oom aku bikin lagu, coba deh dengerin”. Teks tersebut ditemani oleh sebuah file audio. Desy Agustina adalah seorang penyanyi asal Surabaya yang bernyanyi di genre Pop / Jazz, dan Chossy Pratama sudah beberapa kali terlibat dalam usaha kolaborasi yang belum berbuah hasil.
Sambil memasang headphone bluetooth, Chossy Pratama dengarkan sebuah untaian notasi yang pendek, dengan rendaan lirik yang menyentuh, “Jika aku tak bersama kamu, mungkinkah jalan hidupku berbeda”. Tanpa pikir panjang Chossy Pratama menghubungi Desy, meskipun Chossy Pratama tahu bahwa Surabaya 2 jam di belakang Dili. Langsung saja Chossy Pratama tanyakan latar belakang notasi awal dan liriknya, dan ternyata adalah kisah nyata yang dialami salah satu kawan karibnya. Dalam hati sebagai seorang komposer yang sudah menggeluti perlaguan selama kurang lebih 38 tahun di industri, hati kecil Chossy Pratama berkata, “Cerita kawan atau?”
[caption id="attachment_18663" align="alignnone" width="300"]






Diskusi Pembaca
Komentar (0)
Masuk atau daftar untuk menulis komentar.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama menanggapi.